Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan [Update]

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah bukanlah hal yang susah. Asal apa? Asal tahu caranya dan mau melakukannya. Masalahnya, jarang orang yang mau melakukannya. Karena tidak sabar. Tidak disiplin. Tidak konsisten.

Doa dan Cara Mendapatkan Uang Rp 100 Juta per Bulan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sudah bukan hal yang aneh ya, kalau bicara uang dan rezeki, semangat baca kita meletup-letup. Karena apa? Allah memang sudah pasangkan dunia di hati manusia. Zuyyina linnasi hubbu syahawaati.. Allah sudah pasangkan manusia dengan segala kecintaannya terhadap dunia, wanita, anak keturunan, deposito, royalti, aset dan kekayaan.

Untuk mendapatkan uang 100 juta rupiah lagi berkah, setidaknya ada beberapa hal yang harus kita lakukan.
  1. Berdoa dengan sungguh-sungguh.
  2. Miliki impian.
  3. Mulailah berbisnis.
  4. Dhuha, Baca Quran, Sedekah.

Setidaknya itu yang harus kita lakukan.

Banyak orang yang hanya melakukan nomor 2 dan 3 saja. Seperti saya dulu. Dulu, saya pernah pernah berbisnis yang alhamdulillah berjalan 3 tahun gak maju-maju, malah bangkrut dan tutup deh.

Sebenarnya untuk mendapatkan 100 juta rupiah bahkan lebih, dengan riyadhoh 40 hari saja sudah cukup. Jika riyadhohnya dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan hal mustahil Allah menurunkan kekayaan dunia kepada kita. Bahkan bukan hanya dunia, kekayaan akhirat pun pasti Allah berikan.

Silahkan baca riyadhoh 40 hari menjadi kaya.

Inti dari isi riyadhoh adalah mendekat kepada-Nya. Kepada Allah SWT. Riyadhoh itu benerin yang wajib, hidupkan yang sunnah. Benerin shalatnya, benerin shalatnya, benerin shalatnya. Lengkapi dengan yang sunnah-sunnahnya. Itu saja. Tidak ada amal-amalan yang aneh-aneh.

Yakin bahwa Dia-lah yang Maha Pemberi Rezeki. Maha Kaya. Maha Mengayakan. Maha Mengabulkan. Maha Penolong. Maha Pemilik Dunia.

Angka 100 juta bukanlah angka yang besar bagi Allah. Kita-nya aja yang merasa bahwa uang 100 juta itu besar. Padahal ada yang lebih besar, yakni apa? siapa? Allah Yang Maha Besar. Allahu Akbar.

Baiklah.

Doa Nabi Sulaiman!

Hal pertama yang harus Anda, saya dan kita semua lakukan adalah berdoa. Doa yang sungguh-sungguh. Cari doa-doa yang mustajab. Cari waktu-waktu doa yang mustajab. Kemudian lengkapi dengan amalan sunnah. Bisa berupa baca Quran, baca Waqiah, baca Sholawat, shalat malam, shalat dhuha, shalat hajat. Dan jangan lupa sedekah.

Seperti apa kalimat doanya? Bebas. Pake bahasa Indonesia juga bisa. Bahasa daerah juga boleh. Lebih top lagi, kalau pake doanya Nabi Sulaiman seperti ini:

Doa Nabi Sulaiman as.

"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (QS. Shaad ayat 35)

Nabi Sulaiman AS adalah salah satu Nabi yang wajib kita imani. Nabi yang diberikan kekayaan dan kerajaan. Nabi saja yang sudah Allah jamin kehidupannya, masih mau berdoa. Kita? Masa, kita yang hidupnya biasa-biasa aja gak mau berdoa. Seharusnya kita lebih kenceng lagi berdoa.

Nabi Sulaiman berdoa agar diberikan kerajaan.

Dalam konteks kekinian, makna kerajaan itu luas. Bisa jadi kerajaan bisnis. Bukan sekedar 100 juta per bulan, tapi berupa keajaan bisnis yang bisa menghasilkan 100 juta setiap hari, setiap jam. Bolehkah kita berdoa seperti itu 'meminta kerajaan bisnis'? Boleh. Nabi Sulaiman sudah mencontohkannya. Dan doa tersebut diabadikan dalam Al Quran.

Baca Juga : Doa agar cepat kaya

Salah satu waktu doa yang mustajab itu adalah doa setelah shalat fardhu. Baca doa Nabi Sulaiman tersebut dengan khusyu', penuh harap dan yakin. Yakin bahwa Allah Maha Mengabulkan Doa. Maha Pemberi. Maha Pembuka Rezeki. Insya Allah, doa kita pasti dikabul. Hajat 100 juta rupiah pasti dikabul.

Silahkan baca cara agar doa cepat terkabul

Ciri berdoa yang sungguh-sungguh adalah dilakukan secara konsisten. Setiap hari. Minimal setiap selesai shalat fardhu. Tanpa bolong sehari pun. Silakan Anda buat program '40 hari berdoa'. Kemudian buat daftar ceklis sederhana, seperti ini:

Setiap selesai shalat kemudian Anda berdoa, beri tanda ceklis. Jika tidak berdoa, kosongkan atau tanda strip. Jika ternyata di akhir program Anda banyak bolongnya, maka Anda tidak berdoa dengan sungguh-sungguh.

Sederhana. Namun ngefek luar biasa. Selama ini kan kita mengaku sudah berdoa dengan sungguh-sungguh. Tapi dengan dibuat daftar ceklis seperti di atas, itu membuktikan bahwa apakah benar kita sungguh-sungguh berdoa atau tidak.

Miliki Impian

Tahapan berikutnya adalah miliki impian. Impian itu macam-macam. Ada yang ingin pergi haji, ada yang ingin menghajikan orang tua, ada yang ingin mempuyai rumah, ada yang ingin agar punya anak, ada yang ingin agar ketemu jodoh, ada yang ingin bisnisnya lancar. Dan lain sebagainya.

100 juta rupiah pun termasuk impian. Cuma. Ketika tercapai angka 100 juta rupiah, mau apa? untuk apa? untuk siapa?. Harus jelas dan terperinci. 

Contoh impian yang terperinci:
Ingin mempunyai penghasilan 100 juta per bulan di tahun 2017 agar bisa membangun rumah untuk orang tua.

Apa bedanya bermimpi dengan mengkhayal? Perbedaanya ada pada: pikiran, perasaan dan tindakan. Mimpi itu butuh pikiran dan perasaan. Ngayal juga sama: butuh pikiran dan perasaan. Bedanya ada pada tindakan. Action. Pergerakan.

Kalau kita punya keinginan dapat penghasilan 100 juta per bulan dan tidak ada action-nya, itu namanya mengkhayal. Kalau kita mimpi ingin punya mobil fortuner, pajero, CRV, terus kita gak ngapa-ngapain, Itu namanya mengkhayal.

Harusnya bagaimana? Harusnya ada usaha untuk mewujudkan impian itu. Dengan cara apa? Cobalah iseng-iseng datang ke dealer mobil. Datangin salesnya. Ambil brosurnya. Terus coba masuk mobilnya. Rasakan. Rasakan. Rasakan mobil baru. Aromanya. Feelnya. Ini akan lebih ngefek, ketimbang kita menghayal doangan.

Kalau ingin punya 100 juta per bulan pun, sama. Jangan cuma di-khayal. Coba cari sendiri caranya, bagaimana caranya agar bisa merasakan. Merasakan angka 100 juta. Lihat, rasakan. Rasakan feelnya.

Apa pun impiannya, bawa impian tersebut dalam doa, bawa di atas sejadah. Agar Allah memudahkan kita menggapainya. Agar impiannya menghampiri kita.

Memulai Bisnis

Bisnis apa yang bagus? Bisnis yang bagus adalah bisnis yang dibuka, bisnis yang segera dimulai. Sebagus apa pun konsep bisnis Anda, jika tidak dimulai, ya sama saja, itu hanya akan menjadi konsep belaka.

Jika masih bingung mau bisnis apa, cobalah dari mulai hal-hal kecil. Contoh: usaha cemilan, usaha makanan ringan, usaha laundry, sewa alat makan/prasmanan, sewa tenda, usaha catering, dan masih banyak lagi. Masih bingung juga? Bantu jual dagangan orang lain.

Langkah awal memulai bisnis adalah mengajak Allah berperan dalam bisnis kita. Maksudnya? Awali dengan doa. Mintalah kepada Allah agar memudahkan jalan bisnis, membukakan pintu-pintu rezeki, membukakan hati calon customer, dsb.

Langkah selanjutnya adalah bidik usaha apa yang bisa menghasilkan omzet 100 juta per bulan. Contoh: jual beli mobil, jual beli rumah, dsb. Kemudian pelajari. Kuasi ilmunya. Kuasai teknisnya. Kuasai cara pemasarannya.

Faktor X

Ini Penting. Faktor x atau faktor kali adalah penentu seberapa besar penghasilan Anda. Bisnis apa pun, bisa menghasilkan angka 100 juta per bulan jika memakai faktor kali atau bahasa kampungnya leverage.

Saya ilustrasikan begini:
Tukang sate. Penghasilannya 1 juta sehari atau 30 juta per bulan. Bisakah ia punya penghasilan 100 juta per bulan? Bisa, jika ia punya 4 cabang. 4 cabang ini adalah faktor kali. 4 cabang x 30 juta = Rp. 120.000.000.

Dhuha, Baca Quran, dan Sedekah

Dari dulu sampai sekarang, orang berjuang di dunia ini untuk mendapatkan dua hal: kaya dan bahagia. Namun, sedikit orang yang bisa mendapatkan keduanya.

Kaya itu penting. Menjadi jutawan juga penting. Namun, bahagia jauh lebih penting. Kunci hidup bahagia adalah dengan bersyukur dan melihat ke bawah.

Untuk bisa meraih kekayaan dengan cepat secepat-cepatnya adalah dengan banyak bersyukur dan bersedekah. Donasi, sumbangan atau apa pun istilahnya yang penting niatnya satu: berbagi dengan orang lain.

Syukuri hidup kita yang sekarang. Sudah punya Honda Jazz, syukuri, nikmati. Sudah punya avanza, syukuri dan nikmati. Sudah punya Vario, syukuri dan nikmati. Sudah punya bisnis syukuri dan nikmati. Sudah jadi karyawan, syukuri dan nikmati. Sementara yang lain banyak yang antri berjam-jam untuk mendapatkan pekerjaan.

Bicara sedekah, bicara soal rezeki. Bicara rezeki sama dengan bicara soal kekayaan. Percaya atau tidak, sedekah bisa membuat Anda kaya. Bukan hartanya yang berkurang, tapi malah mengundang potensi rezeki yang lain.

Harta itu sama halnya makan makanan. Kalau kita terus makan dan tidak ada pembuangan, maka kita akan jatuh sakit bahkan dekat dengan kematian. Begitu pun dengan harta, kalau terus menumpuk dan tidak ada sedekahnya, maka itu akan menjadi penyakit.

Syukur dan sedekah itu bisa membuat bahagia. Orang yang bahagia akan bekerja lebih baik dan efektif dibanding orang yang bekerja sambil mengeluh. Inilah yang kemudian akan membuat seseorang mencapai tujuannya dengan segera, misalnya menjadi cepat kaya raya.

Syukur dan sedekah terbukti ampuh dan mujarab dalam meraih kekayaan. Sudah banyak yang membuktikan. Seperti: Yusuf Mansur, Ippho Santosa, Akhmad Bashori, Tendi Murti, Teuku Wisnu, Mas Mono, dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang melewatkan dua hal ini: syukur dan sedekah. Padahal esensi dari kekayaan adalah syukur dan mau berbagi dengan yang lain.

Shalat dhuha, Baca Quran dan Sedekah adalah wujud rasa syukur kita kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Shalat dhuha memang shalat minta kekayaan. Tapi jika dilakukan secara konsisten dan  rajin, kita baru akan menyadari bahwa apa yang kita lakukan dengan dhuha bukan sekedar minta dunia, minta kekayaan. Melainkan, wujud rasa syukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

Akhir kata, apa pun impian Anda, impian kita, jangan lupa libatkan Allah dalam segala kondisi.

Tidak ada impian kecuali dia jadi ibadah, kalau kita sampaikan kepada Allah SWT impian itu. Dan tidaklah juga impian yang sempurna, kecuali dia mimpi bukan untuk dirinya sendiri, tapi buat agamanya Allah, buat alam ini, buat semesta dan buat sebanyak-banyaknya manusia. (Ust. Yusuf Mansur)

Wassalamu 'alaikum.